Kamis, 11 April 2019
Kamis, 28 Maret 2019
Pengertian PR ( Publik Relation )
PR (Publik Relation) Adalah suatu usaha yang sengaja dilakukan, direncanakan secara
berkesinambungan untuk menciptakan saling pengertian antara sebuah
lembaga/institusi dengan masyarakat. Humas (PR) adalah sebuah seni sekaligus
ilmu sosial dalam menganalisa kecenderungan, meramalkan konsekuensinya,
memberikan pengarahan kepada pimpinan institusi/lembaga dan melaksanakan
program-program terencana yang dapat memenuhi kepentingan baik institusi maupun
lembaga tersebut maupun masyarakat yang terkait.
Public Relations (PR) merupakan fungsi
manajemen untuk mencapai target tertentu yang sebelumnya harus mempunyai
program kerja yang jelas dan rinci, mencari fakta, merencanakan,
mengkomunikasikan, hingga mengevaluasi hasil-hasil apa yang telah dicapainya.
Public relation atau hubungan
masyarakat masih merupakan bidang baru terutama di Indonesia. Lahirnya public
relations seperti yang dipraktekan sekarang ialah karena adanya
kemajuan-kemajuan dalam berbagai macam bidang itu. Kemajuan yang sekaligus
merupakan juga kekuatan-kekuatan dalam masyarakat, memisahkan manusia kedalam
berbagai kelompok atau golongan, yang masing-masing mempunyai tujuan sendiri
dan berusaha untuk mencapai tujuan itu dengan sebaik-baiknya.
Berdasarkan
hal-hal tersebut, maka untuk menciptakan kerja sama, public relations merupaka
suatu kebutuhan dalam masyarakat dewasa ini, dimana orang-orangnya bergerak
diberbagai bidang, misalnya dalam bidang industri, perusahaan, pendidikan,
pemerintahan, kerokhanian, social ekonomi, politik perburuan dan sebagainya.
Banyak orang tidak percaya dan sulit
mempercayai bahwa humas bermanfaat bagi organisasi atau lembaganya, anggapan
itu dikarenakan kesalahan penerapan humas itu sendiri, penerapan humas
terkadang cenderung tidak terintegrasi dengan bagian yang lain, dan tidak
terencana dengan baik , padahal humas tidak beda dengan fungsi manajemen yang
lainnya, yang memerlukan perencanaan, pengorganisasian, aksi dan evaluasi,
dalam arti kerja humas haruslah terencana dengan baik, dan dirumuskan tujuannya
serta ditentukan tingkat keberhasilannya.
Pendekatan public relations memang
tidak harus dilihat semata-mata sebagai aparat kelembagaan, seperti dalam wujud
Bagian Humas atau Biro Humas. Yang utama, memang, penerapannya sebagai metode
komunikasi oleh tiap karyawannya. Mengingat diperlukan waktu panjang untuk
mengusahakan tiap karyawan mampu menerapkan public relations sebagai metode
komunikasi dalam kehidupan dan kegiatan sehari-harinya, hadirnya public
relations sebagai lembaga di lingkungan pemerintah kabupaten dan kota masih
diperlukan.
Selain dua pendekatan itu, masih
dimungkinkan pendekatan ketiga yakni peran humas dirangkap top manager atau
perangkat pemerintah lain. Kemungkinan lainnya, pemerintah mempekerjakan
konsultan jasa di bidang public relations yang berada di luar struktur
pemerintahan, terus-menerus atau secara insidental.
Dalam era ini humas sebagai salah satu
fungsi manajemen dalam lingkungan pemerintah kabupaten atau kota perlu tetap
dipertahankan bahkan harus ditingkatkan perannya. Peningkatan perannya dengan jalan
memperbarui dan menyesuaikan konsep humas pemerintah yang selama ini kita
kenal, dan menerapkan konsep public relations dalam manajemen modern selaras
tuntutan dan tantangan era Orde Reformasi, era Masyarakat Informasi dan era
Otonomi Daerah.
Yahhh, Begitulah Pengertian Singkat Tentang PR (Publik Relation), Lebih dan kurang admin mohon maaf, dan mohon koreksinya :D.
Terima Kasih.
Managemen PR (Public Relations)

Pengertian Manajemen PR
Dalam
pelaksanaan pekerjaannya seorang praktisi/humas akan menggunakan
konsep-konsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugasnya.
Bahwa proses humas (tahapan fact finding, planning, communicating, evaluation)
sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial. Untuk keperluan
pembahasan manajemen hubungan masyarakat, maka sementara manajemen itu
dapat dirumuskan sebagai suatu proses dari kelompok orang-orang yang
secara koordinatif, memimpin kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai
tujuan-tujuan bersama.
Manajemen PR
(humas) dapat dikatakan sebagai penerapan fungsi-fungsi manajemen
(perencanaan, pengorganisasian, penstaffan, pemimpinan dan evaluasi)
dalam kegiatan-kegiatan humas. Manajemen humas berarti melakukan
penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap berbagai
kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi. Betuk kegiatan
komunikasi bisa berupa kegiatan kecil sampai pada kegiatan yang sangat
komplek seperti konferensi pers dengan menggunakan satelit.
Manajemen humas bisa mencakup :
· Manajemen terhadap seluruh kegiatan kehumasan yang dilakukan oleh organisasi
· Manajemen terhadap kegiatan-kegiatan kehumasan yang lebih spesifik atau yang berupa satuan-satuan kegiatan kehumasan.
Dalam
proses tersebut kita jumpai teknik-teknik dan koordinasi tertentu yang
dipergunakan oleh kelompok orang-orang yang disebut manajer di dalam
mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan itu sendiri. Proses ini pun mencakup
fungsi-fungsi dasar dengan pendekatan analistik seperti perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dalam melaksanakan manajemen (POAC, Planning, Organizing, Actuating, Controlling).
Peran Manajer dan Hubungan Masyarakat
Dengan
melihat proses peranan manajemen dan hubungan masyarakat (humas) dalam
suatu organisasi yang sudah dikemukakan, dapat dikatakan bahwa manajemen
itu adalah upaya menyusun sasaran dan kerja sama melalui orang lain.
Disamping itu, untuk dapat mencapai tujuan organisasi secara efisien dan
efektif dan agar pekerjaan terlaksana dengan baik. Fungsi dan tanggung
jawab manajer humas hendaknya mengupayakan terjadinya hubungan yang
lancar dan efektif antara semua bagian dalam perusahaan disatu sisi dan
antara perusahaan itu dengan publik internal dan publik eksternal.
Staf
humas harus menerapkan ketiga prinsip dasar fungsi hubungan masyarakat
dan mampu secara objektif menanggapi pendapat dan sikap publik. Dengan
demikian ia dapat memberi masukan pada pimpinan untuk menciptakan
lingkungan usaha yang saling menguntungkan dan berkelanjutan serta mampu
bersaing. Dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, tiap staf humas harus
mempelajari setiap langkah dan sasaran perusahaan. Memantau keadaannya
sejauh mana langkah dan sasaran itu akan mempengaruhi lingkungan. Apakah
pendapat umum terhadap langkah dan sasaran itu. Hasil pemantauan hari
ini dibandingkan lagi dengan hasil pemantauan esoknya dan begitu
seterusnya secara berkesinambungan.
Tanggung
jawab khusus manajer hubungan masyarakat ialah mengelola stafnya agar
setiap langkah selalu berlangsung efektif. Melaksanakan koordinasi
pekerjaan agar jangan sampai ada pekerjaan yang tumpang-tindih,
mengawasi pekerjaan staf agar jangan menyimpang jauh dari perencanaan
dengan metode kerja yang benar, alat kerja yang sesuai, dan informasi
kerja yang tepat. Penilaian dan hal-hal lain yang khas ada pada manajer
hubungan masyarakat antara lain mungkin perlu penataran baru,
penyaringan baru untuk mendapatkan tenaga inti atau diperlukannya
penambahan tenaga yang berkualitas tertentu. Kualitas yang khas pada
manajer hubungan masyarakat ialah kemampuan menganalisis. Setiap anggota
staf humas juga harus berkemampuan sebagai juru analisis. Manajer
hubungan masyarakat harus pula bisa membenahi dirinya, dan menganggap
dirinya mampu bekerja efektif tanpa perintah, karena manajer humas
sendiri bukan mengurus bagian yang memberi perintah.
Fungsi petugas PR atau PR Officer (PRO) pun berkembang seiring kemajuan dunia usaha. Ada 4 fungsi utama yang dituntut dari petugas PR, yaitu sebagai:
1. Communicator
Sebagai
juru bicara organisasi, PR berkomunikasi secara intensif melalui media
dan kelompok masyarakat. Hampir semua teknik komunikasi antar pesona (interpersonal communication) dipergunakan, komunikasi lisan, komunikasi tatap muka sebagai mediator maupun persuader.
2. Relationship
Relationship yang tidak harmonis beresiko menimbulkan ketidakpuasan publik yang pada akhirnya mengancam kelangsungan bisnis perusahaan.
3. Management backup
Menunjang
kegiatan departemen lain dalam perusahaan seperti bagian pemasaran,
operasional, teknik, keuangan, personalia demi terciptanya tujuan
bersama.
4. Good image maker
Menciptakan
citra perusahaan dan publisitas positif. Dalam dua dekade terakhir,
publik mencermati nama – nama pejabat PR yang kerap muncul sebagai nara
sumber perusahaan atau organisasi yang diwakilinya.
Dalam bukunya Effective Public Relations, Scott Cutlip menyebutkan lima fungsi PR di organisasi non profit:
1. Mengembangkan awareness dan persepsi masyarakat terhadap misi organisasi
2. Menciptakan saluran komunikasi yang tepat dengan publik yang dilayaninya
3. Menciptakan dan mengembangkan iklim dan budaya untuk fundraising
4. Memformulasikan kebijakan publik yang berkaitan dengan misi organisasi
5. Memotivasi etos kerja publik internal baik manajemen, karyawan, sukarelawan, dan mitra terkait untuk mencapai misi organisasi.
Keberadaan
PR dalam suatu organisasi terutama difungsikan untuk menunjang
fungsi-fungsi manajemen perusahaan untuk mencapai tujuan bersama. Adanya
berbagai kemajuan telah mengakibatkan terjadinya pembaruan dalam
masyarakat. Cara hidup masyarakat
yang semakin modern dan semakin terspesialisasi dalam bidang-bidang
tertentu, semakin mempengaruhi fungsi tersebut. Kondisi di atas jelas
memerlukan keahlian khusus dibidang PR. Praktisi PR dituntut
kemempuannya untuk mengkoordinasikan atau mengelola pemanfaatan sumber
daya organisasi untuk penyelenggaraan komunikasi 2 arah antara
organisasi dan publiknya. Kaitan antara PR dengan konsep manajemen
menghasilkan pemahaman akan pentingnya public relations, seperti dinyatakan oleh Mc Elreath:
“Manajemen
PR berarti melakukan penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
terhadap berbagai kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi.
Bentuk kegiatan komunikasi dapat berupa penerbitan brosur perusahaan,
pertemuan-pertemuan kelompok kecil sampai pada kegiatan yang sangat
kompleks seperti konferensi pers dengan menggunakan satelit”.
Dari pernyataan tersebut manajemen public relations dipahami sebagai bentuk pengelolaan public relations
dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu dengan menjalankan
penelitian, perencanaan dan evaluasi terhadap program yang dijalankan.
Keterangannya sebagai berikut:
1. Penelitian
Pada
dasarnya, penelitian merupakan cara yang digunakan untuk memperoleh
informasi dari publik baik internal maupun eksternal untuk memahami
masalah yang dihadapi dengan akurat dan metode ilmiah.
2. Perencanaan dan pemrograman
Perencanaan
dan pemograman merupakan segala informasi atau data masukan atau input
yang diperoleh berkaitan dengan hal atau permasalahan yang dihadapi ke
dalam bentuk rencana tindakan untuk pemecahannya. Perencanaan Public Relations
merupakan suatu proses berkesinambungan dan selalu memerlukan
peninjauan agar tindakan yang diambil sesuai dengan aturan yang
ditetapkan. Sejumlah prinsip yang harus diperhatikan dalam perencanaan
program antara lain: sifat, waktu dan lingkungan. Perencanaan juga harus
memperhatikan situasi di dalam maupun di luar organisasi, serta
pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan tersebut.
3. Pelaksanaan program
Pelaksanaan
program merupakan tahap dimana rencana program yang telah ditetapkan
dilaksanakan atau diimplementasikan ke dalam suatu bentuk program aksi
sebagai langkah nyata pemecahan masalah PR yang dihadapi. Pelaksanaan
Program ini dapat berupa program tindakan maupun program komunikasi yang
kesemuanya merupakan cara atau proses untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
4. Evaluasi
Merupakan
suatu tahapan yang dilaksanakan untuk menentukan atau memperlihatkan
nilai suatu program termasuk pengelolaan maupun hasil atau dampak
pelaksanaannya. Melalui evaluasi, PR akan mengetahui faktor-faktor yang
menjadi kegagalan ataupun keberhasilan suatu program, sehingga dapat
ditentukan langkah-langkah selanjutnya yang seharusnya dilakukan. Pada
dasarnya tujuan sentral PR adalah untuk menunjang manajemen yang
berupaya mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Meskipun tujuan
setiap organisasi berbeda tergantung dari sifat organisasi tersebut,
tetapi dalam kegiatan humas terdapat kesamaan yakni membina hubungan
yang harmonis antara organisasi dengan publik dalam membentuk citra
positif. Hubungan yang baik atau harmonis dalam PR mengandung arti luas,
yakni sikap yang menyenangkan (favorable), itikad baik (goodwill), toleransi (tolerance), saling pengertian (mutual understanding), saling mempercayai (mutual confidence), saling menghargai (mutual appreciation), dan citra baik (good image).
Penampilan dan sikap seorang PR dalam mencapai tujuan organisasi dengan
cara menciptakan kesan yang baik akhirnya dapat melekat dan
mempengaruhi citra dari perusahaan yang diwakilinya.
Pengertian
citra itu sendiri abstrak , tetapi wujudnya dapat dirasakan dari
penilaian baik semacam tanda respek dan hormat dari publik terhadap
perusahaan dilihat sebagai sebuah badan usaha yang baik, dipercaya,
profesional dan dapat diandalkan dalam pemberian pelayanan yang baik.
Menurut Edward L. Bernay, terdapat tiga fungsi utama PR yaitu:
1. Memberikan penerangan kepada masyarakat
2. Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan anda secara langsung
3. Berupaya
untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan/lembaga sesuai
dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya.
Adapun ruang lingkup tugas PR dalam sebuah organisasi/lembaga antara lain meliputi aktivitas:
1. Membina hubungan ke dalam (publik internal)
Yang
dimaksud dengan publik internal adalah publik yang menjadi bagian dari
unit badan perusahaan atau organisasi itu sendiri. Seorang PR harus
mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran
negatif di dalam masyarakat.
2. Membina hubungan keluar (publik eksternal)
Yang
dimaksud publik eksternal adalah publik umum (masyarakat). Mengusahakan
tumbuhnya sikap dan gambaran publik yang positif terhadap lembaga yang
diwakilinya. Dengan demikian peran PR/Humas tersebut bersifat 2 arah,
yaitu berorientasi ke dalam (inward looking) dan ke luar (outward looking).
Menurut Henry Fayol beberapa kegiatan dan sasaran PR adalah:
1. Membangun identitas dan citra perusahaan (building corporate identity and image).
Menciptakan
identitas dan citra perusahaan yang positif. Mendukung kegiatan
komunikasi timbal balik dua arah dengan berbagai pihak.
2. Menghadapi krisis (Facing of Crisis).
Menangani keluhan (complaint) dalam menghadapi krisis yang terjadi dengan membentuk manajemen krisis dan PR Recovery of Image yang bertugas memperbaiki lost of image and damage.
Dan Inilah Pengertian Managemen Pr menurut saya, Lebih dan Kurang Mohon Maaf Wassalammuallaikum Wr,wb
Terima Kasih.
Opini Publik
Opini publik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
pendapat umum atau pendapat sebagian besar rakyat. Teori dalam opini
publik pada umumnya memberikan gambaran tentang peran yang dimainkan
oleh berbagai bentuk komunikasi dalam proses pembentukan opini publik.
Menurut Davis (2009), teori-teori dalam opini publik dapat
dikelompokkan ke dalam empat era yakni era teori awal opini publik, era
penelitian empiris, era kembalinya aspek kognitif dalam teori media, dan
era teori normatif demokrasi terkini.
Era awal teori opini publik adalah era pertama kali teori opini publik dikembangkan di penghujung abad 18. Teori opini publik di era ini sebagian besar merupakan teori-teori normatif yang memandang legitimisasi ataupun pertentangan akibat adanya perubahan sosial politik yang saat itu mulai berkembang di Amerika Serikat dan Eropa.
Teori opini publik di era ini cenderung mengekspresikan rasa optimisme maupun pesimisme sebagai akibat besarnya keterlibatan publik dalam pemerintahan. Yang termasuk dalam era teori awal opini publik adalah teori utilitarian, teori masyarakat massa, teori propaganda, teori sikap, dan teori pers.
Sementara itu, era penelitian empiris diawali dengan adanya perdebatan konsep opini publik dan perannya dalam demokrasi.
Perbedaan konsep opini publik antara Lippmann dan Dewey ini mendorong dikembangkannya berbagai teknik penelitian guna mengukur opini publik dan melahirkan berbagai teori empiris opini publik yang dikemukakan oleh para ahli. Era ini ditandai dengan berbagai penelitian awal tentang efek media massa terhadap opini publik yang dilakukan oleh Carl I. Hovland dan Paul F. Lazarsfeld.
Di era ini, opini publik dimaknai sebagai sebuah fenomena dinamis yang dibentuk melalui beberapa jenis proses komunikasi. Teori empiris opini publik di era ini meliputi teori arus informasi kepada publik serta teori efek terbatas media massa seperti teori komunikasi dua tahap.
Era ketiga teori opini publik adalah era kembalinya aspek kognitif dalam teori media di tahun 1970an. Teori media di era ini lebih banyak dipengaruhi psikologi kognitif. Teori opini publik di era ini meliputi teori efek media massa seperti teori agenda setting, teori kesenjangan pengetahuan, dan teori spiral keheningan.
Dan, terakhir, era teori normatif demokrasi. Di era ini, teori normatif demokrasi mengalami perubahan akibat semakin berkembangnya teori liberalisme atau demokrasi pluralistis yang berdampak pada teori-teori opini publik. Yang termasuk dalam era teori normatif demokrasi terkini adalah teori ranah publik dan teori demokrasi partisipatif.
Berikut adalah beberapa teori dalam opini publik yang dikemukakan oleh para ahli :
1. Teori Utilitarian
Beberapa tokoh bermahzab utilitarianisme seperti John Stuart Mill dan Jeremy Bentham menawarkan argumen yang sistematis mengenai pemerintahan demokrasi yang berdasarkan opini publik.
Mereka berpendapat bahwa dalam pembentukan sistem politik, individu
dan kelompok akan bersaing untuk mengejar kepentingan politik dan
ekonomi mereka.
Persaingan yang dimaksud adalah persaingan bebas yang dapat melayani sebagian besar orang dengan lebih baik. Persaingan ini terjadi melalui pertarungan ide dimana berbagai kepentingan dipromosikan dan pandangan mayoritas terbentuk yang berujung pada munculnya pilihan dan pemilihan umum yang akan melayani kepentingan mayoritas.
2. Teori Masyarakat Massa
Teori masyarakat massa adalah salah satu teori media massa. Teori ini dikembangkan oleh Fredinand Tonnies, Gustave Le Bon, Jose Ortega y Gasset, dan pemikir Aliran Frankfrut.
Teori masyarakat massa memandang publik sebagai masyarakat yang tidak teratur, tidak berbeda, dan tidak tahu apa-apa sehingga mudah untuk diperintah oleh para elit politik yang tidak bermoral dan yang akan memanipulasi opini publik untuk melayani kepentingan elit.
3. Teori Propaganda
Propaganda merupakan salah satu perspektif komunikasi pada opini publik yang berkaitan dengan efek keperkasaan media.
Teori yang digagas oleh Harold Lasswell ini
menjelaskan bagaimana opini publik dapat ditanamkan dan diorganisasikan
di sekitar simbol-simbol utama yakni sebuah gagasan menggunakan kampanye
iklan untuk merek berbagai produk konsumen.
4. Teori Sikap
Teori ini menyatakan bahwa opini publik merupakan ekspresi verbal yang mendasari sikap dan karenanya pengukuran terhadap opini publik dimungkinkan menyuguhkan pandangan tentang sikap. Menurut teori sikap, adalah mungkin untuk mengubah sikap dengan mengubah pendapat dan sebaliknya.
5. Teori Pers
Sebagian besar teori pers atau teori normatif dalam komunikasi massa memiliki konsep utama opini publik. Teori-teori ini memandang debat publik dan pers merupakan bagian penting dari politik demokrasi. Fungsi pers adalah memberikan informasi kepada publik. Dan karena itu, dapat meningkatkan debat publik dan opini publik.
6. Teori Efek Terbatas
Teori efek terbatas memandang khalayak sebagai makhluk yang berkepala batu. Hal ini disebabkan khalayak memiliki sistem pertahanan sendiri untuk melawan perubahan terhadap sikap dan pendapat yang ada.
Menurut teori proses selektif dalam komunikasi massa, khalayak menerapkan komunikasi selektif yang ketat sehingga khalayak dapat menghindar, menolak, atau menyalahartikan pesan-pesan yang tidak sesuai dengan sikap dan pendapat mereka. Asumsi teori efek terbatas inilah yang menjadi landasan bagi teori perbedaan individu dalam komunikasi massa.
7. Teori Agenda Setting
Teori agenda setting yang dikembangkan oleh M. McCombs dan D. Shaw ini berpendapat bahwa meskipun media tidak dapat mengatakan kepada khalayak apa yang seharusnya dipikirkan oleh khalayak, tetapi media dapat mengatakan kepada khalayak tentang apa yang harus dipikirkan oleh khalayak.
Karena itu media memiliki pengaruh yang sangat besar dalam memutuskan sejumlah kecil permasalahan publik atau isu yang akan dipikirkan oleh khalayak.
8. Teori Kesenjangan Pengetahuan
Teori kesenjangan pengetahuan adalah salah satu teori komunikasi massa yang digagas oleh Phillip Tichenor, George Donohue, dan Clarice Olien ini menyatakan bahwa meningkatnya jumlah informasi tentang suatu topik akan menciptakan kesenjangan pengetahuan antara mereka yang mengetahui informasi lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang hanya mengetahui sedikit informasi.
Para ahli menggunakan teori ini untuk membantu menjelaskan berbagai temuan dalam penelitian tentang opini publik selama beberapa tahun.
9. Teori Spiral Keheningan
Teori spiral keheningan yang dicetuskan oleh Elisabeth Noelle-Neumann ini menjelaskan bagaimana media dapat mempengaruhi pembentukan opini publik dalam keadaan tertentu.
Teori ini menjelaskan bahwa ketika media menyampaikan berita yang menyatakan masalah, posisi, atau kandidat kehilangan dukungan, maka orang-orang akan menjadi enggan untuk membicarakan dan mempertahankan posisi atau kandidat yang dimaksud.
Ketika orang berhenti membicarakan hal tersebut, liputan media menjadi berpengaruh dan opini publik akan bergeser ke arah yang diprediksi oleh media.
10. Teori Ranah Publik
Ranah publik adalah istilah yang pertama kali dikemukakan oleh Jurgen Habermas sekaligus merupakan salah satu peran media dalam demokrasi.
Ranah publik adalah suatu wilayah dalam kehidupan sosial dimana setiap individu dapat secara bebas berdiskusi dengan individu lainnya tentang berbagai permasalahan sosial yang dapat membentuk opini publik dan mempengaruhi tindakan politik.
Diskusi atau debat publik ini dapat terjadi di media massa, rapat-rapat, media sosial, publikasi akademis, dan dokumen kebijakan pemerintah.
11. Teori-teori Demokrasi Partisipatif
Teori-teori demokarsi partisipatif dan konsultatif ini adalah teori-teori normatif yang menekankan pada kebutuhan dan kegunaan partisipasi publik dalam politik dan/atau keterlibatan publik untuk memberikan masukan yang mendasari kebijakan pengambilan keputusan.
Secara umum, para ahli teori ini seperti Benjamin Barber tidak mempercayai cara-cara yang dilakukan media dan elit politik dalam proses pembentukan opini publik. Mereka menawarkan formula baru pembentukan opini publik guna memperbaiki demokrasi.
Demikianlah ulasan singkat tentang teori dalam opini publik. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang opini publik dan berbagai teori yang tercakup di dalamnya.
Terima Kasih.
Era awal teori opini publik adalah era pertama kali teori opini publik dikembangkan di penghujung abad 18. Teori opini publik di era ini sebagian besar merupakan teori-teori normatif yang memandang legitimisasi ataupun pertentangan akibat adanya perubahan sosial politik yang saat itu mulai berkembang di Amerika Serikat dan Eropa.
Teori opini publik di era ini cenderung mengekspresikan rasa optimisme maupun pesimisme sebagai akibat besarnya keterlibatan publik dalam pemerintahan. Yang termasuk dalam era teori awal opini publik adalah teori utilitarian, teori masyarakat massa, teori propaganda, teori sikap, dan teori pers.
Sementara itu, era penelitian empiris diawali dengan adanya perdebatan konsep opini publik dan perannya dalam demokrasi.
Perbedaan konsep opini publik antara Lippmann dan Dewey ini mendorong dikembangkannya berbagai teknik penelitian guna mengukur opini publik dan melahirkan berbagai teori empiris opini publik yang dikemukakan oleh para ahli. Era ini ditandai dengan berbagai penelitian awal tentang efek media massa terhadap opini publik yang dilakukan oleh Carl I. Hovland dan Paul F. Lazarsfeld.
Di era ini, opini publik dimaknai sebagai sebuah fenomena dinamis yang dibentuk melalui beberapa jenis proses komunikasi. Teori empiris opini publik di era ini meliputi teori arus informasi kepada publik serta teori efek terbatas media massa seperti teori komunikasi dua tahap.
Era ketiga teori opini publik adalah era kembalinya aspek kognitif dalam teori media di tahun 1970an. Teori media di era ini lebih banyak dipengaruhi psikologi kognitif. Teori opini publik di era ini meliputi teori efek media massa seperti teori agenda setting, teori kesenjangan pengetahuan, dan teori spiral keheningan.
Dan, terakhir, era teori normatif demokrasi. Di era ini, teori normatif demokrasi mengalami perubahan akibat semakin berkembangnya teori liberalisme atau demokrasi pluralistis yang berdampak pada teori-teori opini publik. Yang termasuk dalam era teori normatif demokrasi terkini adalah teori ranah publik dan teori demokrasi partisipatif.
Berikut adalah beberapa teori dalam opini publik yang dikemukakan oleh para ahli :
1. Teori Utilitarian
Beberapa tokoh bermahzab utilitarianisme seperti John Stuart Mill dan Jeremy Bentham menawarkan argumen yang sistematis mengenai pemerintahan demokrasi yang berdasarkan opini publik.
Persaingan yang dimaksud adalah persaingan bebas yang dapat melayani sebagian besar orang dengan lebih baik. Persaingan ini terjadi melalui pertarungan ide dimana berbagai kepentingan dipromosikan dan pandangan mayoritas terbentuk yang berujung pada munculnya pilihan dan pemilihan umum yang akan melayani kepentingan mayoritas.
2. Teori Masyarakat Massa
Teori masyarakat massa adalah salah satu teori media massa. Teori ini dikembangkan oleh Fredinand Tonnies, Gustave Le Bon, Jose Ortega y Gasset, dan pemikir Aliran Frankfrut.
Teori masyarakat massa memandang publik sebagai masyarakat yang tidak teratur, tidak berbeda, dan tidak tahu apa-apa sehingga mudah untuk diperintah oleh para elit politik yang tidak bermoral dan yang akan memanipulasi opini publik untuk melayani kepentingan elit.
3. Teori Propaganda
Propaganda merupakan salah satu perspektif komunikasi pada opini publik yang berkaitan dengan efek keperkasaan media.
Teori ini menyatakan bahwa opini publik merupakan ekspresi verbal yang mendasari sikap dan karenanya pengukuran terhadap opini publik dimungkinkan menyuguhkan pandangan tentang sikap. Menurut teori sikap, adalah mungkin untuk mengubah sikap dengan mengubah pendapat dan sebaliknya.
5. Teori Pers
Sebagian besar teori pers atau teori normatif dalam komunikasi massa memiliki konsep utama opini publik. Teori-teori ini memandang debat publik dan pers merupakan bagian penting dari politik demokrasi. Fungsi pers adalah memberikan informasi kepada publik. Dan karena itu, dapat meningkatkan debat publik dan opini publik.
6. Teori Efek Terbatas
Teori efek terbatas memandang khalayak sebagai makhluk yang berkepala batu. Hal ini disebabkan khalayak memiliki sistem pertahanan sendiri untuk melawan perubahan terhadap sikap dan pendapat yang ada.
Menurut teori proses selektif dalam komunikasi massa, khalayak menerapkan komunikasi selektif yang ketat sehingga khalayak dapat menghindar, menolak, atau menyalahartikan pesan-pesan yang tidak sesuai dengan sikap dan pendapat mereka. Asumsi teori efek terbatas inilah yang menjadi landasan bagi teori perbedaan individu dalam komunikasi massa.
7. Teori Agenda Setting
Teori agenda setting yang dikembangkan oleh M. McCombs dan D. Shaw ini berpendapat bahwa meskipun media tidak dapat mengatakan kepada khalayak apa yang seharusnya dipikirkan oleh khalayak, tetapi media dapat mengatakan kepada khalayak tentang apa yang harus dipikirkan oleh khalayak.
Karena itu media memiliki pengaruh yang sangat besar dalam memutuskan sejumlah kecil permasalahan publik atau isu yang akan dipikirkan oleh khalayak.
8. Teori Kesenjangan Pengetahuan
Teori kesenjangan pengetahuan adalah salah satu teori komunikasi massa yang digagas oleh Phillip Tichenor, George Donohue, dan Clarice Olien ini menyatakan bahwa meningkatnya jumlah informasi tentang suatu topik akan menciptakan kesenjangan pengetahuan antara mereka yang mengetahui informasi lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang hanya mengetahui sedikit informasi.
Para ahli menggunakan teori ini untuk membantu menjelaskan berbagai temuan dalam penelitian tentang opini publik selama beberapa tahun.
9. Teori Spiral Keheningan
Teori spiral keheningan yang dicetuskan oleh Elisabeth Noelle-Neumann ini menjelaskan bagaimana media dapat mempengaruhi pembentukan opini publik dalam keadaan tertentu.
Teori ini menjelaskan bahwa ketika media menyampaikan berita yang menyatakan masalah, posisi, atau kandidat kehilangan dukungan, maka orang-orang akan menjadi enggan untuk membicarakan dan mempertahankan posisi atau kandidat yang dimaksud.
Ketika orang berhenti membicarakan hal tersebut, liputan media menjadi berpengaruh dan opini publik akan bergeser ke arah yang diprediksi oleh media.
10. Teori Ranah Publik
Ranah publik adalah istilah yang pertama kali dikemukakan oleh Jurgen Habermas sekaligus merupakan salah satu peran media dalam demokrasi.
Ranah publik adalah suatu wilayah dalam kehidupan sosial dimana setiap individu dapat secara bebas berdiskusi dengan individu lainnya tentang berbagai permasalahan sosial yang dapat membentuk opini publik dan mempengaruhi tindakan politik.
Diskusi atau debat publik ini dapat terjadi di media massa, rapat-rapat, media sosial, publikasi akademis, dan dokumen kebijakan pemerintah.
11. Teori-teori Demokrasi Partisipatif
Teori-teori demokarsi partisipatif dan konsultatif ini adalah teori-teori normatif yang menekankan pada kebutuhan dan kegunaan partisipasi publik dalam politik dan/atau keterlibatan publik untuk memberikan masukan yang mendasari kebijakan pengambilan keputusan.
Secara umum, para ahli teori ini seperti Benjamin Barber tidak mempercayai cara-cara yang dilakukan media dan elit politik dalam proses pembentukan opini publik. Mereka menawarkan formula baru pembentukan opini publik guna memperbaiki demokrasi.
Demikianlah ulasan singkat tentang teori dalam opini publik. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang opini publik dan berbagai teori yang tercakup di dalamnya.
Terima Kasih.
Etika & Kepribadian (Personal Branding)
Postingan
kali ini, admin akan membahas etika dan kepribadian dalam Ilmu
komunikasi, sebelum memahami lebih jauh kedalam, mari kita pahami satu
satu terlebih dahulu:D, eeeaaaaaa.
Oke.
Kepribadian
Kepribadian adalah keseluruhan sikap, ekspresi, perasaan, temparmen, ciri khas dan juga prilaku seseorang. Sikap perasaan ekspresi & tempramen tersebut akan terwujud dalam tindakan seseorang kalau di hadapkan kepada situasi tertentu. Setiap orang memiliki kecenderungan prilaku yang baku/berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang sedang di hadapi, sehingga jadi ciri khas pribadinya.
Personal branding
Demikian postingan singkat tentang etika & Kepribadian (Personal branding) Lebih dan kurang mohon maaf, dan mohon koreksinya.
Wassalamuallaikum wr,wb.
Terima Kasih
Oke.
Etika.
Etika (Yunani kuno "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu :
Etika (Yunani kuno "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu :
- Meta-etika (studi konsep etika).
- Etika normatif (studi penentuan nilai etika).
- Etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).
- Drs. O.P. Simorangkir. Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
- Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat. Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
- Drs. H. Burhanudin Salam. Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Kepribadian
Kepribadian adalah keseluruhan sikap, ekspresi, perasaan, temparmen, ciri khas dan juga prilaku seseorang. Sikap perasaan ekspresi & tempramen tersebut akan terwujud dalam tindakan seseorang kalau di hadapkan kepada situasi tertentu. Setiap orang memiliki kecenderungan prilaku yang baku/berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang sedang di hadapi, sehingga jadi ciri khas pribadinya.
Personal branding
Personal brand adalah sebuah kemasan dan ciri khas yang melekat pada
pribadi seseorang. Biasanya dikaitkan dengan expertise atau keahlian
tertentu yang identik, pofesi, passion, atau bahkan kepribadian /
personalitas seseorang tersebut.
Lalu bagaimana proses seorang bisa berhasil membrandingkan
dirinya? tentu ini butuh proses yang panjang sampai suatu potensi atau
keahlian melekat pada dirinya. Bisa juga jika dia seorang artis, dia
perlu brand manajemen yang mampu mendongkrak citra dirinya. Fungsi
manajemen tersebut sama dengan brand manajemen atau brand builder yang
terus bertugas menemukan potensi khasnya, mengelola, meng up grade dan
memasarkannya. Personal branding manajemen biasanya identik dengan
penggalian potensi yang berhubungan dengan talenta kreatif seseorang.
Bisa juga terkait dengan pengembangan SDM dalam suatu perusahaan.
Personal Branding yang berkait dengan kemampuan dan ciri khas
seseorang, berjalan dengan natural dan sesuai dengan jam terbang
keahlian yang dilakoninya. Sebutan personal brand tersebut akan secara
alami disematkan oleh publik. Justru masyarakat, komunitas atau kelompok
tertentu yang yang mengenalnya lah yang kemudian akan memberikan
labelnya. Misalnya kita mempunyai rekanan yang hobi nya adalah mengelink
kan atau menghubungkan dengan orang-orang lainnya, maka personal
brandnya biasa kita sebut sebagai 'connecting people'. Ada pula seorang
caleg pejabat yang memiliki gaya khas dalam berpakain kotak-kotak,
itulah salah satu media personal branding. Dapat juga kita temukan
seseorang yang begitu expert dan erat dengan profesi yang disandang
sebagai personal brandingnya. Contohnya bisa sebagai brand manager,
brand desainer, fashion desainer, technopreneur, counselor, trainer,
consultant, dan lain sebagainya. Personal Brand yang seperti apa yang
ingin anda sandang di masa depan. Mulailah dari sekarang, dari expertise
yang anda miliki.
Beberapa point yang sangat berperan dalam personal branding adalah:
– Differensiasi, apa pembeda diri Anda dari yang lainnya.
– Keuanggulan, apa keunggulan diri Anda dibanding yang lainnya.
– Positioning, membentuk image diri sebagai seseorang yang memiliki
keunggulan yang tidak biasa, yang berciri khas pada diri Anda
Demikian postingan singkat tentang etika & Kepribadian (Personal branding) Lebih dan kurang mohon maaf, dan mohon koreksinya.
Wassalamuallaikum wr,wb.
Terima Kasih
Lobi Negosiasi dan Presentasi
Lobi Negosiasi dan Presentasi
Lobi , Negosiasi dan Persentasi.
Post kali ini, bang mimin mau bahas lobi, Negosiasi dan Presentasi, yang
mana hal ini begitu berhubungan erat dengan pe;ajaran ilmu Komunikasi,
(Sesuai Jurusan Kuliah mimin:D). Oke berikut penjelasan singkatnya.
LOBI.
-Lobi adalah suatu upaya pendekatan yang dilakukan untuk mempengaruhi dengan tujuan kepentingan tertentu.. Pada tahap lobi, pelobi tidak memutuskan. Lobi dilakukan dengan cara baik ataupun kini dengan cara tidak baik
-Lobi adalah suatu upaya pendekatan yang dilakukan untuk mempengaruhi dengan tujuan kepentingan tertentu.. Pada tahap lobi, pelobi tidak memutuskan. Lobi dilakukan dengan cara baik ataupun kini dengan cara tidak baik
FUNGSI LOBI
- Lobi sebagai pembuka jalan bernegosiasi, kalau ada respon- Mempengaruhi pengambilan keputusan
NEGOSIASI
-Negosiasi adalah sebuah proses yang terjadi antara dua pihak atau lebih, yang pada mulanya memiliki pemikiran yang berbeda hingga pada akhirnya mencapai kesepakatan bersama. Negosiasi bisa terjadi karena adanya konflik dan lobbying ada didalamnya untuk mengurangi konflik.
FUNGSI NEGOSIASI
- Mencapai kesepakatan bersama
- Mengubah pendapat orang lain
- Meyakinkan pihak lain
- Terkait 4 kuadran negosiasi
PRESENTASI
-Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan orang banyak
dengan tujuan untuk menyampaikan pendapat, topik atau informasi.
Presentasi juga merupakan salah satu bentuk komunikasi.
FUNGSI PRESENTASI
- Menyampaikan informasi atau materi
- Membuat suatu ide atau gagasan
- Meyakinkan para peserta
- Menyentuh perasaan dan emosi peserta
Unsur-unsur pokok yang ada pada presentasi diantaranya seperti:
- Moderator, yaitu untuk mengatur jalannya presentasi.
- Pembicara, yaitu pihak yang melakukan presentasi atau menyampaikan informasi.
- Audience, yaitu peserta atau pendengar dari presentasi.
- Tools atau peralatan, yaitu media atau alat-alat yang digunakan untuk menyampaikan informasinya.
Itulah ulasan Singkat tengtang Lobi,Negosiasi dan Presentasi, semoga dapat dipahami dan tentunya dapat bermanfaat bagi
kalian yang sudah membacanya. Mohon maaf jika ada kesalahan, sekian
Wassalamuallaikum wr.wb.
Terima Kasih.
Penulisan Naskah Public Relations
Ok Agan agan yang saya hormati dan saya segani, kali ini saya akan
memberikan contoh pidato penulisan naskah pr, yang dimana tugas ini saya
dapat, pada saat semester 2 di Stisipol Candradimuka Palembang Dengan
dosen Pembimbing @anitashiva88.
Penulisan Naskah Publik Relations
Pidato
Judul : Bank BTN menangkan Juara Umum dalam Annual Report Award 2010
BTN Menangkan Juara Umum dalam Annual Report Tahun 2010
Yang kami hormati Kementrian BUMN
Yang kami hormati Kepala Bapepam LK
Yang kami hormati Gubernur BI
Yang kami hormati Kepala Ditjen pajak
Yang kami hormati perwakilan dari Bursa Efek Indonesia
Serta komite nasional kebijakan Governance yang telah bekerja keras
untuk menyelenggarakan acara ini dan segenap para hadirin yang
berbahagia
Assalamualaikum Wr.Wb
Salam sejahtera bagi kita semua pertama kami berterimakasih atas do’a
sertta dukungan nya untuk Bank BTN memenangkan sebagai juara umum dalam
Annual Report Tahun ini. Tanpa adanya dukungan dari pihak-pihak yang
percaya pada kami Bank BTN,tidak mungkin saya disini mewakili Bank BTN
menerima penghargaan. Dan tentunya hal ini tidak lepas dari kuasa Tuhan
Yang Maha Esa. Ucap syukur dan terimakasih tidak berhenti kami ucapkan
atas hal ini dan para hadirin saya ucapkan terimakasih atas kehadiran
kalian dalam acara Annual Report Award
Bapak Menteri dan segenap jajaran serta hadirin sekalian yang dimuliakan Tuhan Yang maha Esa
Seperti yang kita ketahui bahwa Annual Report Award ini diadakan adalah
tidak bukan sebagai tolak ukur daripada penerapan good governance yang
baik di Indonesia. Lembaga Bank BTN selaku pemenang dan menjadi juara
umum pada tahun ini sangat berterimakasih atas kepercayaan yang telah di
berikan kepada kami. Sekali lagi kami sangat bangga atas perolehan kami
saat ini.
Bapak Menteri dan segenap jajaran serta hadirin sekalian yang dimuliakan Tuhan Yang maha Esa
Kriteria menang merupakan kinerja yang bagus, hal inilah yang menjadi
fondasi utama Bank BTN. Yang selalu menjaga agar kinerja para pegawai
selalu dalam kondisi yang baik sehingga pada level produktif di setiap
pegawai dan memperoleh kesejahteraan dan itulah yang berusaha kami
pertahankan. Pertumbukan ekonomi di Indonesia saat ini bisa dikatan
stabil apalagi dalam dunia perbanka di Indonesia. Menurut rubrik ekonomi
yang di muat Kompas salah satu surat kabar tertanggal 10 September 2010
bahwa grafik peningkatan ekonomi di Indonesia saat ini begitu
menunjukkan angka yang signifikan. Seperti yang kita semua tahu bahwa,
peserta Annual Report Award (ARA) berjumlah 191 perusahaan terkemuka
baik BUMN , BUMD , maupun swasta (prvate). Dengan kriteria kemenangan
laba tumbuh 86,7%, asset tumbuh 17% , kredit tumbuh 26,5%, dana pihak ke
tiga tumbuh 18,23%, NPL Gross 3,26%, CAR 16,74 %, REO 16,67%. Seperti
yang telah dijelaskan oleh para juri dalam penilaian Annual Reporrt
Award tahun ini.
Para hadirin sekalian yang dimuliakan
Dengan kemangan yang Bank BTN raih pada malam ini tidak lantas membuat
kami menjadi takabur dan semena-mena. Kami Bank BTN berkomitmen bahwa
akan memberikan layanan unggul juga pada tahun 2011 mendatang. Antara
lain melalui peningkatan produk dan fitur yang bertujuan meningkatkan
coorporate value dan shareholder. Hal ini juga sebagai jawaban bahwa
pasca IPO Bank BTN tetap konsisten dalam pemenuhan kebutuhan rumah
rakyat, yang menjadi core business. Sehingga kami selalu mengharapkan
kepercayaan dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait
Demikian yang dapat saya sampaikan mewakili Bank BTN . dengan mengucap
Bismilahi rohmanirohim semoga menuju Bank BTN yang semakin solid.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Aska. S. Suman, Coorporate Secretary Bank BTN
Oke demikian contoh yang dapat saya berikan, lebih kurang saya mohon maaf,
wassalammuallaikum Wr.Wb
Terima kasih.
Marketing PR & MICE
Oke kali ini admin akan membahas singkat apa itu Marketing PR & MICE, Langsung saja, mohon disimak dengan seksama..
Praktik Public Relations pada prinsipnya adalah merupakan suatu kegiatan yang terencana dan suatu usaha yang terus menerus untuk dapat memantapkan dan mengembangkan itikad baik (goodwill) dan pengertian yang timbal balik (mutual understanding) antara suatu organisasi dengan masyarakat. Pada era globalisasi ini peran Marketing Public Relations menjadi semakin penting karena itikad baik (good will) menjadi suatu bagian dari profesionalisme yang pasti akan terbentuk karena pembentukan simpati konsumen secara efektif dan efisien sudah merupakan keharusan dimana tingkat kompleksitas dan pemuasan kebutuhan nasabah sudah mencapai tingkat yang canggih dalam kegiatan pengemasannya. (Saka Abadi, 1994:p.45)
Marketing Public Relations (MPR) penekannanya bukan pada selling (seperti kegiatan periklanan), naman pada pemeberian informasi, pendidikan dan upaya peningkatan pengertian lewat penambahan pengetahuan mengenai suatu merek produk, Jasa, perusahaan akan lebih kuat dampaknya dan agar lebih lama diingat oleh nasabah. Dengan tingkat komunikasi yang lebih intensif dan komprehensif bila dibandingkan dengan iklan, maka MPR merupakan suatu konsep yang lebih tinggi dari iklan yang biasa. MPR memberi penakanan pada aspek manajemen dari pemasaran dengan memperlihatkan kesejahteraan nasabah (Saka Abadi, 1994:p.46)
Menurut Thomas L. Harris, pencetus pertama konsep Marketing Public Relations dalam bukunya berjudul The Marketer’s Guide to Public Relations dengan konsepsinya sebagai berikut : “Marketing Public Relations is the process of planning and evaluating programs, that encourage purchase and customer through credible communication of information and impression that identify companies and their products with the needs, concern of customer”.
Marketing Public Relations (MPR) merupakan proses perencanaan dan pengevaluasian program-program yang merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesan-kesan yang menghubungkan perusahaan dan produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan para konsumen. (Ruslan,2002:p.253)
Marketing Public Relations sebagai suatu proses perencanaan, pelakasanaan dan pengevaluasian program-program yang memungkinkan terjadinya pembelian dan pemuasan konsumen melalui komunikasi yang baik mengenai informasi dari perusahaan terhadap citra merek (Brand Image) terhadap suatu produk tertentu. (Saka abadi,1994:p.46).
Definisi menurut Philip kotler mengatakan bahwa : ” Marketing Public Relations works because works it adds value to product through it’s unique ability to lend credibility to product message”
Marketing Public Relations diciptakan untuk menambah atau memberikan nilai bagi produk melalui kemampuan yang unik untuk menunjukkan kredibilitas pesan produk (Ruslan, 2002, p.254).
Peran Marketing Public Relations
Peranan Marketing Public Relations dalam upaya mencapai tujuan utama organisasi menurut Rosady Ruslan :
1. Menumbuhkembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk yang tengah diluncurkan itu.
2. Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (benefit) atas produk yang ditawarkan / digunakan
3. Mendorong antusiasme (sales force) melalui suatu artikel sponsor (advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk.
4. Menekan biaya promosi iklan komersial, baik di media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya.
5. Komitmen untuk meningkatkan pelayanan-pelayanan kepada konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (complain handling) dan lain sebagainya demi tercapainya kepuasan pihak pelanggannya.
6. Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama.
7. Mengkomunikasikan terus menerus melalui media Public Relations (House PR Journal) tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan lingkungan hidup agar tercapainya publikasi yang positif di mata masyarakat / publik.
8. Membina dan mempertahankan citra perusahaan atau produk barang dan jasa, baik dari segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumennya.
9. Berupaya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian negatif yang mungkin akan muncul di masa mendatang . (Ruslan, 2002: p.262).
Bentuk Mice :
1. Meeting
Meeting adalah istilah bahasa inggris yang berarti rapat, pertemuan atau persidangan. Meeting merupakan suatu kegiatan yang termasuk di dalam MICE.
Menurut Kesrul (2004:8), Meeting Suatu pertemuan atau persidangan yang diselenggarakan oleh kelompok orang yang tergabung dalam asosiasi, perkumpulan atau perserikatan dengan tujuan mengembangkan profesionalisme, peningkatan sumber daya manusia, menggalang kerja sama anggota dan pengurus, menyebarluaskan informasi terbaru, publikasi, hubungan kemasyarakatan.
Menurut Kesrul (2004:3), “Meeting adalah suatu kegiatan kepariwisataan yang aktifitasnya merupakan perpaduan antara leisure dan business, biasanya melibatkan orang secara bersama-sama”.
2. Incentive
Undang-undang No.9 tahun 1990 yang dikutip oleh Pendit (1999:27), Menjelaskan bahwa perjalanan insentive merupakan suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk para karyawan dan mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka dalam kaitan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan yang bersangkutan.
Menurut Kesrul (2004:18), bahwa insentive merupakan hadiah atau penghargaan yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada karyawan, klien, atau konsumen. Bentuknya bisa berupa uang, paket wisata atau barang.
Menurut Any Noor (2007:5) yang dikutip dari SITE 1998 dalam Rogers 2003, juga memberikan definisi mengenai incentive adalah incentive travel is a global management tool that uses an exceptional travel experience to motivate and/or recognize participants for increased levels of performance in support of the organizational goals.
3. Conference
Menurut (Pendit,1999:29), Istilah conference diterjemahkan dengan konferensi dalam bahasa Indonesia yang mengandung pengertian sama.
Dalam prakteknya, arti meeting sama saja dengan conference, maka secara teknis akronim mice sesungguhnya adalah istilah yang memudahkan orang mengingatnya bahwa kegiatan-kegiatan yang dimaksud sebagai perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan sebuah meeting, incentive, conference dan exhibition hakekatnya merupakan sarana yang sekaligus adalah produk paket-paket wisata yang siap dipasarkan. Kegiatan-kegiatan ini dalam industri pariwisata dikelompokkan dalam sati kategori, yaitu mice.
Menurut Kesrul, (2004 :7), Conference atau konferensi adalah suatu pertemuan yang diselenggarakan terutama mengenai bentuk-bentuk tata karena, adat atau kebiasaan yang berdasarkan mufakat umum, dua perjanjian antara negara-negara para penguasa pemerintahan atau perjanjian international mengenai topik tawanan perang dan sebagainya.
4. Exhibition
Exhibition berarti pameran, dalam kaitannya dengan industri pariwisata, pameran termasuk dalam bisnis wisata konvensi. Hal ini diatur dalam Surat Keputusan Menparpostel RI Nomor KM. 108 / HM. 703 / MPPT-91, Bab I, Pasal 1c, yang dikutip oleh Pendit (1999:34) yang berbunyi “ Pameran merupakan suatu kegiatan untuk menyebar luaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata
Menurut Kesrul (2004:16), exhibition adalah ajang pertemuan yang dihadiri secara bersama-sama yang diadakan di suatu ruang pertemuan atau ruang pameran hotel, dimana sekelompok produsen atau pembeli lainnya dalam suatu pameran dengan segmentasi pasar yang berbeda.
Praktik Public Relations pada prinsipnya adalah merupakan suatu kegiatan yang terencana dan suatu usaha yang terus menerus untuk dapat memantapkan dan mengembangkan itikad baik (goodwill) dan pengertian yang timbal balik (mutual understanding) antara suatu organisasi dengan masyarakat. Pada era globalisasi ini peran Marketing Public Relations menjadi semakin penting karena itikad baik (good will) menjadi suatu bagian dari profesionalisme yang pasti akan terbentuk karena pembentukan simpati konsumen secara efektif dan efisien sudah merupakan keharusan dimana tingkat kompleksitas dan pemuasan kebutuhan nasabah sudah mencapai tingkat yang canggih dalam kegiatan pengemasannya. (Saka Abadi, 1994:p.45)
Marketing Public Relations (MPR) penekannanya bukan pada selling (seperti kegiatan periklanan), naman pada pemeberian informasi, pendidikan dan upaya peningkatan pengertian lewat penambahan pengetahuan mengenai suatu merek produk, Jasa, perusahaan akan lebih kuat dampaknya dan agar lebih lama diingat oleh nasabah. Dengan tingkat komunikasi yang lebih intensif dan komprehensif bila dibandingkan dengan iklan, maka MPR merupakan suatu konsep yang lebih tinggi dari iklan yang biasa. MPR memberi penakanan pada aspek manajemen dari pemasaran dengan memperlihatkan kesejahteraan nasabah (Saka Abadi, 1994:p.46)
Menurut Thomas L. Harris, pencetus pertama konsep Marketing Public Relations dalam bukunya berjudul The Marketer’s Guide to Public Relations dengan konsepsinya sebagai berikut : “Marketing Public Relations is the process of planning and evaluating programs, that encourage purchase and customer through credible communication of information and impression that identify companies and their products with the needs, concern of customer”.
Marketing Public Relations (MPR) merupakan proses perencanaan dan pengevaluasian program-program yang merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesan-kesan yang menghubungkan perusahaan dan produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan para konsumen. (Ruslan,2002:p.253)
Marketing Public Relations sebagai suatu proses perencanaan, pelakasanaan dan pengevaluasian program-program yang memungkinkan terjadinya pembelian dan pemuasan konsumen melalui komunikasi yang baik mengenai informasi dari perusahaan terhadap citra merek (Brand Image) terhadap suatu produk tertentu. (Saka abadi,1994:p.46).
Definisi menurut Philip kotler mengatakan bahwa : ” Marketing Public Relations works because works it adds value to product through it’s unique ability to lend credibility to product message”
Marketing Public Relations diciptakan untuk menambah atau memberikan nilai bagi produk melalui kemampuan yang unik untuk menunjukkan kredibilitas pesan produk (Ruslan, 2002, p.254).
Peran Marketing Public Relations
Peranan Marketing Public Relations dalam upaya mencapai tujuan utama organisasi menurut Rosady Ruslan :
1. Menumbuhkembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk yang tengah diluncurkan itu.
2. Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (benefit) atas produk yang ditawarkan / digunakan
3. Mendorong antusiasme (sales force) melalui suatu artikel sponsor (advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk.
4. Menekan biaya promosi iklan komersial, baik di media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya.
5. Komitmen untuk meningkatkan pelayanan-pelayanan kepada konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (complain handling) dan lain sebagainya demi tercapainya kepuasan pihak pelanggannya.
6. Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama.
7. Mengkomunikasikan terus menerus melalui media Public Relations (House PR Journal) tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan lingkungan hidup agar tercapainya publikasi yang positif di mata masyarakat / publik.
8. Membina dan mempertahankan citra perusahaan atau produk barang dan jasa, baik dari segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumennya.
9. Berupaya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian negatif yang mungkin akan muncul di masa mendatang . (Ruslan, 2002: p.262).
Lanjut kepembahasan apa itu Maketing MICE
Menurut Pendit (1999:25), Mice diartikan
sebagai wisata konvensi, dengan batasan : usaha jasa konvensi,
perjalanan insentif, dan pameran merupakan usaha dengan kegiatan memberi
jasa
pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan,
cendikiawan dsb) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan
kepentingan bersama.
Sedangkan menurut Kesrul (2004:3), Mice
sebagai suatu kegiatan kepariwisataan yang aktifitasnya merupakan
perpaduan antara leisure dan business, biasanya melibatkan sekelompok
orang secara bersama-sama, rangkaian kegiatannya dalam bentuk meetings, incentive travels, conventions, congresses, conference dan exhibition.Bentuk Mice :
1. Meeting
Meeting adalah istilah bahasa inggris yang berarti rapat, pertemuan atau persidangan. Meeting merupakan suatu kegiatan yang termasuk di dalam MICE.
Menurut Kesrul (2004:8), Meeting Suatu pertemuan atau persidangan yang diselenggarakan oleh kelompok orang yang tergabung dalam asosiasi, perkumpulan atau perserikatan dengan tujuan mengembangkan profesionalisme, peningkatan sumber daya manusia, menggalang kerja sama anggota dan pengurus, menyebarluaskan informasi terbaru, publikasi, hubungan kemasyarakatan.
Menurut Kesrul (2004:3), “Meeting adalah suatu kegiatan kepariwisataan yang aktifitasnya merupakan perpaduan antara leisure dan business, biasanya melibatkan orang secara bersama-sama”.
2. Incentive
Undang-undang No.9 tahun 1990 yang dikutip oleh Pendit (1999:27), Menjelaskan bahwa perjalanan insentive merupakan suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk para karyawan dan mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka dalam kaitan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan yang bersangkutan.
Menurut Kesrul (2004:18), bahwa insentive merupakan hadiah atau penghargaan yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada karyawan, klien, atau konsumen. Bentuknya bisa berupa uang, paket wisata atau barang.
Menurut Any Noor (2007:5) yang dikutip dari SITE 1998 dalam Rogers 2003, juga memberikan definisi mengenai incentive adalah incentive travel is a global management tool that uses an exceptional travel experience to motivate and/or recognize participants for increased levels of performance in support of the organizational goals.
3. Conference
Menurut (Pendit,1999:29), Istilah conference diterjemahkan dengan konferensi dalam bahasa Indonesia yang mengandung pengertian sama.
Dalam prakteknya, arti meeting sama saja dengan conference, maka secara teknis akronim mice sesungguhnya adalah istilah yang memudahkan orang mengingatnya bahwa kegiatan-kegiatan yang dimaksud sebagai perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan sebuah meeting, incentive, conference dan exhibition hakekatnya merupakan sarana yang sekaligus adalah produk paket-paket wisata yang siap dipasarkan. Kegiatan-kegiatan ini dalam industri pariwisata dikelompokkan dalam sati kategori, yaitu mice.
Menurut Kesrul, (2004 :7), Conference atau konferensi adalah suatu pertemuan yang diselenggarakan terutama mengenai bentuk-bentuk tata karena, adat atau kebiasaan yang berdasarkan mufakat umum, dua perjanjian antara negara-negara para penguasa pemerintahan atau perjanjian international mengenai topik tawanan perang dan sebagainya.
4. Exhibition
Exhibition berarti pameran, dalam kaitannya dengan industri pariwisata, pameran termasuk dalam bisnis wisata konvensi. Hal ini diatur dalam Surat Keputusan Menparpostel RI Nomor KM. 108 / HM. 703 / MPPT-91, Bab I, Pasal 1c, yang dikutip oleh Pendit (1999:34) yang berbunyi “ Pameran merupakan suatu kegiatan untuk menyebar luaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata
Menurut Kesrul (2004:16), exhibition adalah ajang pertemuan yang dihadiri secara bersama-sama yang diadakan di suatu ruang pertemuan atau ruang pameran hotel, dimana sekelompok produsen atau pembeli lainnya dalam suatu pameran dengan segmentasi pasar yang berbeda.
Demikian pembahasan singkat yang dapat admin berikan lebih dan kurang mohon maaf, Wassalamuallaikum Wr.Wb
Terima Kasih.
Produksi Media Cetak & Kit
Pembicaraan tentang media cetak berarti membicarakan pers. Sebab terminologi pers terdiri dari: Pertama, pers dalam arti luas adalah seluruh alat komunikasi massa baik cetak maupun elektronik. Kedua, pers dalam arti sempit secara spesifik tertuju pada media cetak berbentuk surat kabar dan majalah. Dalam berbagai literatur surat kabar digunakan sebagai sebutan untuk media cetak yang content-nya mengutamakan hasil jurnalisme berbentuk berita (news). Sementara sebutan untuk pers digunakan untuk seluruh media massa tercetak yang terbit secara reguler baik yang mengutamakan jurnalisme maupun hiburan.
Ada tiga pendekatan yang biasa dilakukan dalam kajian tentang pers. Pertama, pendekatan etika atas eksistensi institusi pers dan prilaku pelaku profesional pers (jurnalis). Kedua, pendekatan ilmu sosial atas eksistensi institusi pers. Ketiga, pendekatan praktis atas kerja teknis pelaku profesional pers dalam institusi pers.
Titik tolak kajian tulisan ini melihat fenomena pers sebagai institusi sosial yang menjadi bagian dari komunikasi massa. Bukan semata-mata berdasarkan pendekatan praktis dan kerja teknis dalam konteks jurnalisme.
Diktat kuliah: Produksi Media Cetak ini ditulis bukan dimaksudkan jadi bacaan instant mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini. Tetapi hanya sekedar pembuka diskusi di ruang kuliah. Sebab sebagai diktat ia hanya memuat pokok-pokok pikiran penulisnya. Hal-hal yang lebih detil dapat dilihat pada literatur yang diacu atau bahan-bahan lain yang berkaitan dengan mata kuliah ini.
Menuangkan setumpuk gagasan yang ada di kepala menjadi sebentuk tulisan yang belum tentu dimengerti oleh orang lain bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi bila ditulis di sela-sela waktu luang di tengah kesibukan mengajar di beberapa perguruan tinggi dalam rangka bertahan hidup. Maklum, kehidupan intelektual di negeri ini belum senyaman birokrat apalagi legislator di parlemen. Dengan demikian, bukan basa-basi kalau tulisan ini mengandung banyak kelemahan. Bahkan mungkin tidak layak disebut sebagai tulisan ilmiah. Untuk itu semua, izinkanlah saya untuk tidak minta maaf. Sebab lebih adil bila Anda menulis tulisan dengan tema yang sama sebagai komparasinya dalam rangka dialektika ilmiah. Sekian.
Seminar Broadcasting
Postingan kali ini admin akan membahas manfaat mengikuti seminar
Broadcasting, langsung saja tanpa bertele tele, silahkan simak baik
baik. go..
Seminar merupakan sebuah bentuk pengajaran akademis, baik di sebuah universitas maupun diberikan oleh suatu organisasi komersial atau profesional. Kata seminar berasal dari kata Latin seminarum, yang berarti "tanah tempat menanam benih".
Sebuah seminar biasanya memiliki fokus pada suatu topik yang khusus, di mana mereka yang hadir dapat berpartisipasi secara aktif. Seminar seringkali dilaksanakan melalui sebuah dialog dengan seorang moderator seminar, atau melalui sebuah presentasi hasil penelitian dalam bentuk yang lebih formal. Biasanya, para peserta bukanlah seorang pemula dalam topik yang didiskusikan (di universitas, kelas-kelas seminar biasanya disediakan untuk mahasiswa yang telah mencapai tingkatan atas). Sistem seminar memiliki gagasan untuk lebih mendekatkan mahasiswa kepada topik yang dibicarakan. Di beberapa seminar dilakukan juga pertanyaan dan debat. Seminar memiliki sifat lebih informal dibandingkan sistem kuliah di kelas dalam sebuah pengajaran akademis.
Tak hanya mendapat ilmu, mengikuti seminarpun ternyata juga sangat banyak manfaatnya antara lain:
1. Menambah wawasan
Setiap ada seminar pasti menghadirkan pembicara/ seorang ahli pada bidangnya, dari situ kita bisa mengambil ilmu-ilmu yang disampaikan oleh pembicara tersebut, ilmu yang disampaikanpun pasti akan berguna bagi kehidupan kita baik sekarang/ di masa depan.
2. Mendapat Sertifikat
Setiap mengikuti seminar biasanya kamu akan mendapat sertifikat yang diberikan oleh penyelenggara sebagai bukti bahwa kamu benar-benar mengikuti seminar tersebut. Sertifikat tersebut juga ada gunanya loh, contohnya saat kuliah sertifikat tersebut berguna untuk menambah poin/ nilai kamu, tak hanya saat kuliah, saat mau melamar pekerjaanpun itu juga bermanfaat untuk menambah presentase kamu diterima.
3. Sarana Menambah Relasi
Saat mengikuti seminar pastinya kamu akan bertemu dengan orang banyak, hal ini harus kamu manfaatkan untuk menambah relasimu, semakin banyak relasimu akan semakin menguntungkan di masa yang akan datang, contohnya saat kamu butuh pekerjaan kamu bisa tanya dengan kenalanmu tersebut.
4. Bertemu dengan Tokoh Hebat Broadcasting
Pembicara-pembicara yang dihadirkan pada seminar pastinya adalah seseorang yang hebat/ ahli pada bidangnya. Di acara seminar seperti inilah kita mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh yang hebat.
5. Melatih Mental dalam berbagai hal
Kebanyakan orang akan canggung jika bertemu orang banyak. Nah, di seminar ini bisa menjadi ajang latihan untuk melatih mental kamu, kamu bisa mulai dengan bertanya dengan pembicara dan mengajak kenalan orang di sekelilingmu.
Seminar merupakan sebuah bentuk pengajaran akademis, baik di sebuah universitas maupun diberikan oleh suatu organisasi komersial atau profesional. Kata seminar berasal dari kata Latin seminarum, yang berarti "tanah tempat menanam benih".
Sebuah seminar biasanya memiliki fokus pada suatu topik yang khusus, di mana mereka yang hadir dapat berpartisipasi secara aktif. Seminar seringkali dilaksanakan melalui sebuah dialog dengan seorang moderator seminar, atau melalui sebuah presentasi hasil penelitian dalam bentuk yang lebih formal. Biasanya, para peserta bukanlah seorang pemula dalam topik yang didiskusikan (di universitas, kelas-kelas seminar biasanya disediakan untuk mahasiswa yang telah mencapai tingkatan atas). Sistem seminar memiliki gagasan untuk lebih mendekatkan mahasiswa kepada topik yang dibicarakan. Di beberapa seminar dilakukan juga pertanyaan dan debat. Seminar memiliki sifat lebih informal dibandingkan sistem kuliah di kelas dalam sebuah pengajaran akademis.
Tak hanya mendapat ilmu, mengikuti seminarpun ternyata juga sangat banyak manfaatnya antara lain:
1. Menambah wawasan
Setiap ada seminar pasti menghadirkan pembicara/ seorang ahli pada bidangnya, dari situ kita bisa mengambil ilmu-ilmu yang disampaikan oleh pembicara tersebut, ilmu yang disampaikanpun pasti akan berguna bagi kehidupan kita baik sekarang/ di masa depan.
2. Mendapat Sertifikat
Setiap mengikuti seminar biasanya kamu akan mendapat sertifikat yang diberikan oleh penyelenggara sebagai bukti bahwa kamu benar-benar mengikuti seminar tersebut. Sertifikat tersebut juga ada gunanya loh, contohnya saat kuliah sertifikat tersebut berguna untuk menambah poin/ nilai kamu, tak hanya saat kuliah, saat mau melamar pekerjaanpun itu juga bermanfaat untuk menambah presentase kamu diterima.
3. Sarana Menambah Relasi
Saat mengikuti seminar pastinya kamu akan bertemu dengan orang banyak, hal ini harus kamu manfaatkan untuk menambah relasimu, semakin banyak relasimu akan semakin menguntungkan di masa yang akan datang, contohnya saat kamu butuh pekerjaan kamu bisa tanya dengan kenalanmu tersebut.
4. Bertemu dengan Tokoh Hebat Broadcasting
Pembicara-pembicara yang dihadirkan pada seminar pastinya adalah seseorang yang hebat/ ahli pada bidangnya. Di acara seminar seperti inilah kita mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh yang hebat.
5. Melatih Mental dalam berbagai hal
Kebanyakan orang akan canggung jika bertemu orang banyak. Nah, di seminar ini bisa menjadi ajang latihan untuk melatih mental kamu, kamu bisa mulai dengan bertanya dengan pembicara dan mengajak kenalan orang di sekelilingmu.
Dan inilah pembahasan singkat tentang manfaat mengikuti seminar
broadcasting, yang pasti bakal menambah wawasan kita ya teman teman..
Wassalamuallaikum wr wb.
terima kasih.
Seminar Broadcasting radio El Shinta
Pada kesempatan ini penulis ingin membagi pengalaman tentang seminar yang
penulis ikuti di Aula Stisipol Candradimuka Palembang pada Tanggal 12 Feb
2019, pukul 09.00 yang berjudul Seminar Broadcasting : Talkshow Interaktif
bersama GenPI Sumsel.
Pada seminar
tersebut mendatangi narasumber Anggun Prisma (Anchor Elshinta Palembang)
Sumarni Bayu Anita, S.Sos,M.A (Ketua Umum GenPI Sumsel) dan Haris Ansor
(Pemenang Kategori Pembaca Berita KPID Sumsel Award 2018).
Menurut saya
sendiri sebagai penulis mengenai seminar Broadcasting Seru, asyik ,mendapatkan
wawasan baru dan penuh edukasi yang dimana telah di sampaikan oleh narasumber
tersebut .
Tak hanya itu
persertapun juga dapat mengikuti beberapa perlombaan yang di adakan di seminar
Broadcasting yakni seperti LOMBA BACA BERITA RADIO,LOMBA VLOG COMPETION, Dan
beberapa Game seru lainnya!
Ternyata di seminar tersebut juga membahas tentang Hut
ELSHINTA Radio (2000-2019) dan bekerja sama langsung dengan GenPI
Sumsel sebagai sarana Edukasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi khususnya
dan tak terlepas juga untuk umum. karena banyak juga perserta dari
kalangan umum yang mengikuti seminar tersebut.
Narasumber dari Radio Elshinta yang bernama Anggun Prisma berbagi ilmu bagaimana cara menjadi seorang penyiar radio yang baik dan benar dan berbagi informasi seputar Radio Elshinta, Radio Elshinta ini juga memberikan informasi tentang berita yang di siarkan 24 jam di Indonesia. Dan setelah pembahasan Radio Elshinta selesai dilanjutkan dengan Narasumber dari GenPI Sumsel yaitu Sumarni Bayu Anita, S.Sos,M.A (Ketua umun GenPI Sumsel) disana membahas awal mula terbentuknya GenPI Sumsel dan berbagai sistem mengenai GenPI Sumsel tersebut, di saat itu juga GenPI Sumsel melakulan Live Calling yang di siarkan di Radio Elshinta namun saya sebagai penulis tidak begitu mendengar pembicaraan tersebut dengan seksama dikarenakan adanya nois di saat itu.
Narasumber dari Radio Elshinta yang bernama Anggun Prisma berbagi ilmu bagaimana cara menjadi seorang penyiar radio yang baik dan benar dan berbagi informasi seputar Radio Elshinta, Radio Elshinta ini juga memberikan informasi tentang berita yang di siarkan 24 jam di Indonesia. Dan setelah pembahasan Radio Elshinta selesai dilanjutkan dengan Narasumber dari GenPI Sumsel yaitu Sumarni Bayu Anita, S.Sos,M.A (Ketua umun GenPI Sumsel) disana membahas awal mula terbentuknya GenPI Sumsel dan berbagai sistem mengenai GenPI Sumsel tersebut, di saat itu juga GenPI Sumsel melakulan Live Calling yang di siarkan di Radio Elshinta namun saya sebagai penulis tidak begitu mendengar pembicaraan tersebut dengan seksama dikarenakan adanya nois di saat itu.
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan sebagai penulis, selebihnya
saya sebagai penulis berharap apa yang saya tulis bisa menambah wawasan kita semua.
Wassalamuallaikum Wr Wb
Terima Kasih
Wassalamuallaikum Wr Wb
Terima Kasih
REVIEW BUKU PUBLIC RELATIONS WRITING
![]() |
| cover depan buku |
Seperti judul dari artikel saya, tulisan saya kali ini akan
mereview bab 1 dari sebuah buku yang berjudul “Public Relations Writing, 2008,
yang ditulis oleh Rachmat Kriyantono”. Review saya ini bertujuan untuk
menambahkan beberapa tulisan yang menurut saya kurang dalam bab 1 buku ini.
1.
Pengertian
Public Relations
Dalam buku ini saya membaca bahwa penulis Kriyantono (2008) menjelaskan
tentang perbedaan public relations
dan hubungan masyarakat, yang ditulis di bab 1 halaman 3. Perbedaan dari public relations dan hubungan masyarakat
yang di sebut adalah karena keduanya mempunyai arti kata yang berbeda. Arti kata
“public” dalam public relations
berbeda dengan kata “masyarakat” dalam hubungan masyarakat, istilah masyarakat terlalu
luas karena public (publik) hanya bagian dari masyarakat yang luas itu
(paragraf 5, hlm. 3).
Menurut saya penjelasan tersebut masuk akal karena dilihat dari arti kedua
kata tersebut sudah menunjukkan perbedaan tetapi mungkin masih banyak orang
yang mengira bahwa humas dan public
relation adalah sama. Karena beberapa kali saya membaca jurnal dan pada
jurnal tersebut menggunakan istilah public
relation dengan istilah hubungan masyarakat (Humas). Namun, dalam buku Public Relations Writing ini, tidak di
jelaskan mengenai perbedaan dari istilah lain seperti manajemen communication,
corporate communication dan marketing communication.
2.
Tujuan
Menurut buku Public Relations Writing
(Kriyantono, 2008) yang ditulis di bab 1 halaman 6. Tujuan dari public relations dalam realita praktik
di perusahaan adalah menciptakan pemahaman publik, membangun citra korporat,
membangun opini publik yang favourable serta membentuk goodwill dan kerja sama
(paragraf 3, hlm. 6).
Tujuan public relations dalam
buku ini menurut saya sudah mencakup keseluruhan dari tujuan public relations yang secara keseluruhan
tujuannya adalah “untuk menciptakan citra
baik perusahaan sehingga dapat menghasilkan kesetiaan publik terhadap produk
yang ditawarkan oleh perusahaan” (Mulyana, 2007). Tetapi dari
tujuan-tujuan yang telah di sebutkan pada buku Public Relations Writing, menurut saya ada tujuan yang kurang yang
belum disebutkan di dalam buku ini yaitu salah satu tujuan yang disebutkan
menurut Jefkins dalam bukunya yang berjudul Public
Relations “Untuk memastikan bahwa para politisi benar-benar memahami
kegiatan-kegiatan atau produk perusahaan yang positif, agar perusahaan yang
bersangkutan terhindar dari peraturan, undang-undang, dan kebijakan pemerintah
yang merugikan” (Jefkins, 2003, h. 54). Seperti yang sudah dijelaskan,
bahwa pentingnya pemahaman kegiatan-kegiatan dan produk positif perusahaan bertujuan
untuk menghindari peraturan, undang-undang dan kebijakan pemerintah yang
merugikan, karena hal tersebut bisa mempengaruhi citra pada perusahaan.
Menutup tulisan ini, menurut saya tulisan karya Kriyantono ini pada bab 1
sudah mencakup banyak hal, dan banyak memberikan pengetahuan yang berhubungan
dengan public relations seperti pengertian
public relations, tujuan, fungsi,
ruang lingkup pekerjaan, public relations
tools, dan public relations profesional. Pada bab 1 buku ini juga banyak
menampilkan gambar sebagai contoh-contoh yang membuat pembaca tidak terlalu
bosan saat membaca buku public relations
writing ini. Tetapi agar menambah pengetahuan pembaca, saya
merekomendasikan pembaca untuk membaca dari literatur atau jurnal lain.Table Manner
Post kali ini admin akan membahas table
manner, yang mana beberapa hari yang lalu admin baru mengikuti seminar
table manner di hotel harper palembang bersama mahasiswa Ilkom
Stitisipol Candradimuka Sumatra Selatan.
Materi yang di sampaikan oleh pembawa acara/pemberi materi
begitu bermanfaat. jadi saya dapat menyimpulkan bahwasaanya, Table
Manner diperlukan setiap saat agar kita tahu paling tidak cara makan ala
Inggris, Amerika, Jepang, atau China seperti apa. Table Manner juga
merupakan tingkah laku kita diatas meja dengan keluarga dekat maupun
rekan kerja.
Berikut Potret Singkat kegiatan Seminar Table Manner.
Personal Branding
What is Personal Branding ?
Pasti kamu sering denger
istilah ini, dan biasanya sangat terbiasa ditelinga para Publik figur,
politisi, Publik speaker, sehingga istilah Personal Branding begitu
Ekslusif bagi kita yang bukan mereka-mereka yang membangun profesinya
dalam memunculkan citra diri.
Jadi Personal Branding hanya untuk orang-orang tertentu dong?
Jawabanya tentu tidak, karena pada hakekatnya setiap orang mempunyai personal branding, Personal branding tersebut secara alami menempel pada diri setiap orang baik secara fisik maupun Value (Nilai).
Jadi Personal Branding adalah :
“Bagaimana cara kamu memperkenalkan diri kamu terhadap publik”
Dengan kata lain Personal Branding itu bagaimana seseorang mengembangkan dan memaksimalkan potensi/ketrampilan diri (skill), perilaku (behaviour) dan memahami nilai unggul (value) apa yang ingin dilakukan dan ingin dicapai dalam dirinya.
Ada 2 Komponen penting dalam Personal Branding :
1. Komponen Utama :
– Value : Nilai Unggul
Pada komponen ini biasanya banyak orang yang merasa kesulitan untuk menemukan nilai unggulnya dari segala yang diminatinya dikarenakan orang tersebut kurang banyak berlatih dalam memaksimalkan nilai unggul mereka sehingga mereka merasa ragu dalam mencapai komponen ini.
Dan ada juga Orang yang secara alami sadar dengan value mereka, orang tersebut sudah bisa menentukan value mereka dalam memunculkan personal branding mereka.
Cara yang sederhana untuk memunculkan value kamu adalah dengan berlatih secara konsisten dalam memaksimalkan potensi diri
Bagi kamu yang kesulitan menemukan value yang ada di diri kamu, cara yang termudah untuk kamu lakukan adalah dengan berkonsultasi dengan mentor yang tepat dalam memaksimalkan Personal Branding kamu.
– Skill : Ketrampilan
Setiap orang mempunyai ketrampilan, kemampuan dan kelebihan.
Cara terpenting untuk mengembangkan Skill adalah dengan fokus pada kelebihan kamu, bukan pada kekurangan kamu.
– Behaviour : Tingkah laku
Tingkah laku akan mendukung semua aspek yang akan memunculkan kamu seperti apa.
Jadi apabila tingkah laku yang kamu kembangkan dengan cara positif maka hasilnya pun akan positif begitu sebaliknya.
2. Komponen Pendukung :
– Appereance : Penampilan diri
Penampilan akan menunjukan akan mempresentasikan diri kamu, apakah kamu seorang yang rapih, sederhana, eksekusif dan seterusnya
– Aniqueness : Keunikan pada diri sendiri
Keunikan pada diri kamu sendiri yang tidak dimiliki orang lain.
– Authentic : Keaslian pada diri sendiri
Otentik dan tidak dibuat-buat sebagai identitas original kamu yang khas
Ada 2 macam Personal Branding :
1. Alami (natural)
Yaitu seseorang yang dengan alami sudah melakukan personal branding tanpa disadarinya.
2. Buatan (by design)
Yaitu seseorang yang dengan sengaja menciptakan personal brandingnya untuk mencapai hal tertentu.
Fungsi dan Tujuan Personal Branding :
1. Memperkenalkan dan mempertajam citra diri seseorang
2. Memudahkan orang lain untuk mengingat siapa kita
3. Memudahkan dalam menentukan pilihan
4. Memfokuskan diri pada apa yang ingin dicapai
Siapa sih contoh orang-orang yang sudah melakukan personal branding ?
– Gusdur : Bapak Pluralis
– Jokowi : President merakyat
– Yoris Sebastian : Creative Junkies
– Raditya dika : Komika
– Young lex : rapper youtuber
– Chandra liow : youtuber
– Asma nadia : penulis
– Edhozel : youtuber
– Mohamad riyadoh : Creative Personal Branding
– Reza Oktovian : gamers dan youtuber
– Emha ainun najib : budayawan
Dan masih banyak lagi contoh orang-orang yang sudah melakukan personal branding dan sukses cemerlang dalam mencapainya
Jadi Personal Branding hanya untuk orang-orang tertentu dong?
Jawabanya tentu tidak, karena pada hakekatnya setiap orang mempunyai personal branding, Personal branding tersebut secara alami menempel pada diri setiap orang baik secara fisik maupun Value (Nilai).
Jadi Personal Branding adalah :
“Bagaimana cara kamu memperkenalkan diri kamu terhadap publik”
Dengan kata lain Personal Branding itu bagaimana seseorang mengembangkan dan memaksimalkan potensi/ketrampilan diri (skill), perilaku (behaviour) dan memahami nilai unggul (value) apa yang ingin dilakukan dan ingin dicapai dalam dirinya.
Ada 2 Komponen penting dalam Personal Branding :
1. Komponen Utama :
– Value : Nilai Unggul
Pada komponen ini biasanya banyak orang yang merasa kesulitan untuk menemukan nilai unggulnya dari segala yang diminatinya dikarenakan orang tersebut kurang banyak berlatih dalam memaksimalkan nilai unggul mereka sehingga mereka merasa ragu dalam mencapai komponen ini.
Dan ada juga Orang yang secara alami sadar dengan value mereka, orang tersebut sudah bisa menentukan value mereka dalam memunculkan personal branding mereka.
Cara yang sederhana untuk memunculkan value kamu adalah dengan berlatih secara konsisten dalam memaksimalkan potensi diri
Bagi kamu yang kesulitan menemukan value yang ada di diri kamu, cara yang termudah untuk kamu lakukan adalah dengan berkonsultasi dengan mentor yang tepat dalam memaksimalkan Personal Branding kamu.
– Skill : Ketrampilan
Setiap orang mempunyai ketrampilan, kemampuan dan kelebihan.
Cara terpenting untuk mengembangkan Skill adalah dengan fokus pada kelebihan kamu, bukan pada kekurangan kamu.
– Behaviour : Tingkah laku
Tingkah laku akan mendukung semua aspek yang akan memunculkan kamu seperti apa.
Jadi apabila tingkah laku yang kamu kembangkan dengan cara positif maka hasilnya pun akan positif begitu sebaliknya.
2. Komponen Pendukung :
– Appereance : Penampilan diri
Penampilan akan menunjukan akan mempresentasikan diri kamu, apakah kamu seorang yang rapih, sederhana, eksekusif dan seterusnya
– Aniqueness : Keunikan pada diri sendiri
Keunikan pada diri kamu sendiri yang tidak dimiliki orang lain.
– Authentic : Keaslian pada diri sendiri
Otentik dan tidak dibuat-buat sebagai identitas original kamu yang khas
Ada 2 macam Personal Branding :
1. Alami (natural)
Yaitu seseorang yang dengan alami sudah melakukan personal branding tanpa disadarinya.
2. Buatan (by design)
Yaitu seseorang yang dengan sengaja menciptakan personal brandingnya untuk mencapai hal tertentu.
Fungsi dan Tujuan Personal Branding :
1. Memperkenalkan dan mempertajam citra diri seseorang
2. Memudahkan orang lain untuk mengingat siapa kita
3. Memudahkan dalam menentukan pilihan
4. Memfokuskan diri pada apa yang ingin dicapai
Siapa sih contoh orang-orang yang sudah melakukan personal branding ?
– Gusdur : Bapak Pluralis
– Jokowi : President merakyat
– Yoris Sebastian : Creative Junkies
– Raditya dika : Komika
– Young lex : rapper youtuber
– Chandra liow : youtuber
– Asma nadia : penulis
– Edhozel : youtuber
– Mohamad riyadoh : Creative Personal Branding
– Reza Oktovian : gamers dan youtuber
– Emha ainun najib : budayawan
Dan masih banyak lagi contoh orang-orang yang sudah melakukan personal branding dan sukses cemerlang dalam mencapainya
Tokoh PR Favorit Saya
Kali
ini saya akan membahas tokoh PR wanita yang berasal dari indonesia
bernama Prita Kemal Gani, untuk lebih jelasnya mari simak Postingan saya
berikut ini . check it out !!!
Prita merupakan salah seorang di antara lima bersaudara yang lahir dari pasangan Sudaryono (ayah) yang berdarah Jawa dengan Tity (ibu) yang berdarah Minangkabau. Ia menikah dengan seorang jurnalis, Kemal Effendy Gani yang kemudian hari menjadi Pemimpin Redaksi dan juga Pemimpin Umum Majalah SWA.
Prita merintis lembaga pendidikan hubungan masyarakat (public relations) pada tahun 1992 dalam bentuk kursus. Setelah 7 tahun, pada tahun 1999 akhirnya lembaga tersebut diresmikan menjadi STIKOM - London School Of Public Relations (STIKOM-LSPR) yang dikenal sebagai lembaga pendidikan yang cukup bergengsi di Jakarta. Prita memimpin langsung lembaga itu dengan menjabat sebagai direkturnya.
LSPR kini kerap menyelenggarakan rangkaian pertunjukan the 9th LSPR Performing Arts Communications Festival. Mahasiswa yang belajar di lembaga pendidikan tersebut sudah menunjukkan kepiawaiannya dalam berkomunikasi melalui seni peran maupun dalam mengelola sebuah seni pertunjukan. LSPR juga sudah berhasil mencetak para entrepreneur yang hebat.
Berkat perhatiannya yang kuat di bidang public relations, Prita Kemal Gani pun kerap dianugerahi berbagai penghargaan bergengsi. Terakhir Kartini Indonesia ini mendapatkan penghargaan Women’s Obsession Awards 2018 untuk kategori “Best Achiever in Women Entrepreneur” yang diadakan pada Maret 2018. Prita dinilai punya peran besar dalam memberikan inspirasi bagi perempuan Indonesia.
Prita telah sukses mengembangkan LSPR – Jakarta selama 24 tahun dan menghasilkan lebih dari 15.356 lulusan yang telah menjadi praktisi komunikasi khususnya public relations di berbagai institusi dalam dan luar negeri, hingga LSPR – Jakarta mendapat kepercayaan dari Direktorat Jenderal Bidang Kerja Sama ASEAN, Kemenlu RI untuk menjadi Pusat Kajian ASEAN dalam Perspektif Public Relations (LSPR Centre of Study on ASEAN Public Relations).
Kontribusi Prita di dunia public relations telah mencatatkan sejarah sebagai ketua umum perempuan pertama dalam perjalanan 39 tahun berdirinya Perhumas. Di bawah kepemimpinan Prita, lembaga yang menghasilkan berbagai program ini makin memperkuat peran public relations di berbagai industri dan mengambil peran penting dalam program pemerintah untuk menyamakan standar kompetensi public relations secara nasional.
Selain kesibukannya mengurus LSPR, Prita juga tengah disibukkan dengan talkshow-nya yang berjudul The Entrepreneur Diaries with Prita Kemal Gani. Dalam talkshow tersebut ia mengundang entrepreneur sukses, mahasiswa/i dan alumni-alumni LSPR – Jakarta yang kini telah terjun langsung ke dunia komunikasi dan bisnis serta mengaplikasikan berbagai ilmunya selama berkuliah di LSPR – Jakarta.
Saya memilih Prita Kemal Gani sebagai Tokoh PR favorit saya karena, Tidak banyak perempuan Indonesia yang mau menekuni dunia public relations, karena dunia ini memang membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Namun upaya berhasil dilakukan dengan baik oleh perempuan ini. Ia sengaja membangun LSPR untuk mendorong wanita Indonesia memiliki jiwa entrepreneur. Dengan begitu mereka bisa memiliki sikap kemandirian dan siap untuk terjun dalam dunia profesional.
Itulah alasan saya memilih Prita Kemal Gani sebagai tokoh PR favorit saya !!
thanks For read ! :)
![]() | |
| Gambar Ibu Prita Kamal Gani |
Prita merupakan salah seorang di antara lima bersaudara yang lahir dari pasangan Sudaryono (ayah) yang berdarah Jawa dengan Tity (ibu) yang berdarah Minangkabau. Ia menikah dengan seorang jurnalis, Kemal Effendy Gani yang kemudian hari menjadi Pemimpin Redaksi dan juga Pemimpin Umum Majalah SWA.
Prita merintis lembaga pendidikan hubungan masyarakat (public relations) pada tahun 1992 dalam bentuk kursus. Setelah 7 tahun, pada tahun 1999 akhirnya lembaga tersebut diresmikan menjadi STIKOM - London School Of Public Relations (STIKOM-LSPR) yang dikenal sebagai lembaga pendidikan yang cukup bergengsi di Jakarta. Prita memimpin langsung lembaga itu dengan menjabat sebagai direkturnya.
LSPR kini kerap menyelenggarakan rangkaian pertunjukan the 9th LSPR Performing Arts Communications Festival. Mahasiswa yang belajar di lembaga pendidikan tersebut sudah menunjukkan kepiawaiannya dalam berkomunikasi melalui seni peran maupun dalam mengelola sebuah seni pertunjukan. LSPR juga sudah berhasil mencetak para entrepreneur yang hebat.
Berkat perhatiannya yang kuat di bidang public relations, Prita Kemal Gani pun kerap dianugerahi berbagai penghargaan bergengsi. Terakhir Kartini Indonesia ini mendapatkan penghargaan Women’s Obsession Awards 2018 untuk kategori “Best Achiever in Women Entrepreneur” yang diadakan pada Maret 2018. Prita dinilai punya peran besar dalam memberikan inspirasi bagi perempuan Indonesia.
Prita telah sukses mengembangkan LSPR – Jakarta selama 24 tahun dan menghasilkan lebih dari 15.356 lulusan yang telah menjadi praktisi komunikasi khususnya public relations di berbagai institusi dalam dan luar negeri, hingga LSPR – Jakarta mendapat kepercayaan dari Direktorat Jenderal Bidang Kerja Sama ASEAN, Kemenlu RI untuk menjadi Pusat Kajian ASEAN dalam Perspektif Public Relations (LSPR Centre of Study on ASEAN Public Relations).
Kontribusi Prita di dunia public relations telah mencatatkan sejarah sebagai ketua umum perempuan pertama dalam perjalanan 39 tahun berdirinya Perhumas. Di bawah kepemimpinan Prita, lembaga yang menghasilkan berbagai program ini makin memperkuat peran public relations di berbagai industri dan mengambil peran penting dalam program pemerintah untuk menyamakan standar kompetensi public relations secara nasional.
Selain kesibukannya mengurus LSPR, Prita juga tengah disibukkan dengan talkshow-nya yang berjudul The Entrepreneur Diaries with Prita Kemal Gani. Dalam talkshow tersebut ia mengundang entrepreneur sukses, mahasiswa/i dan alumni-alumni LSPR – Jakarta yang kini telah terjun langsung ke dunia komunikasi dan bisnis serta mengaplikasikan berbagai ilmunya selama berkuliah di LSPR – Jakarta.
Saya memilih Prita Kemal Gani sebagai Tokoh PR favorit saya karena, Tidak banyak perempuan Indonesia yang mau menekuni dunia public relations, karena dunia ini memang membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Namun upaya berhasil dilakukan dengan baik oleh perempuan ini. Ia sengaja membangun LSPR untuk mendorong wanita Indonesia memiliki jiwa entrepreneur. Dengan begitu mereka bisa memiliki sikap kemandirian dan siap untuk terjun dalam dunia profesional.
Itulah alasan saya memilih Prita Kemal Gani sebagai tokoh PR favorit saya !!
thanks For read ! :)
Langganan:
Postingan (Atom)


